Checklist redirect migrasi website untuk tim SEO
Gunakan checklist redirect ini untuk melindungi URL bernilai tinggi, menghindari chain, dan menangkap kesalahan migrasi sebelum DNS dipindahkan.

Migrasi website sering gagal bukan karena desain baru, tetapi karena redirect tidak disiplin. Sebelum DNS dipindahkan, pertanyaannya sederhana: apakah setiap URL lama yang penting bisa mencapai destination baru yang tepat dalam satu hop bersih?
Checklist ini cocok untuk tim yang pindah:
- ke domain baru
- ke CMS baru
- dari monolith ke headless
- dari subdomain ke root domain
- dari struktur blog/docs lama ke struktur URL baru
Jika migrasi juga melibatkan domain forwarding wildcard, buka juga panduan domain forwarding tanpa kehilangan path dan UTM.
Target yang tidak bisa dinegosiasikan
Sebelum launch, lima hal ini harus benar:
- URL lama bernilai tinggi punya destination baru yang relevan.
- Perpindahan permanen memakai status permanen.
- Redirect selesai dalam satu hop bila memungkinkan.
- Internal link sudah mengarah ke URL canonical baru.
- Monitoring pasca-launch sudah siap sebelum traffic berpindah.

Checklist redirect
1. Inventaris semua URL lama
Jangan hanya memakai ingatan. Ambil URL dari:
- XML sitemap
- landing page analytics
- Search Console top pages
- campaign URL berbayar
- template email
- backlink dan dokumen partner
- arsip blog dan docs
Jika URL membawa traffic SEO, conversion, atau support, masukkan ke inventory.
2. Pilih canonical hostname final
Tentukan standar sebelum aturan dibuat:
https://brand-baru.example- atau
https://www.brand-baru.example
Keputusan host yang tidak jelas memunculkan chain seperti http -> https -> www -> final.
3. Simpan redirect map dalam CSV
Minimal, catat:
old_url,new_url,status,priority,owner,notes
https://brand-lama.example/pricing,https://brand-baru.example/pricing,301,high,marketing,landing utama
https://brand-lama.example/docs/api,https://brand-baru.example/docs/api,301,high,engineering,migrasi docsOwner penting. Saat ada destination yang salah, tim tahu siapa yang memutuskan.
4. Pilih status code berdasarkan niat
- 301 untuk perpindahan permanen.
- 302 untuk campaign atau perubahan sementara.
- 307/308 untuk kasus method HTTP harus dipertahankan.
Baca perbedaan redirect 301, 302, 307, dan 308 jika migrasi melibatkan API atau form.
5. Pertahankan path dan UTM
Campaign di Indonesia sering berjalan lewat WhatsApp, TikTok, Instagram, email, QR, affiliate, dan marketplace. Jangan biarkan parameter UTM hilang saat redirect.
Cek contoh seperti:
/promo?utm_source=tiktok&utm_campaign=ramadan
harus tetap membawa parameter ke destination baru.
6. Uji sebelum DNS pindah
Ambil sampel dari URL high priority:
- halaman produk atau kategori utama
- artikel dengan traffic organik
- link campaign aktif
- URL dengan parameter UTM
- halaman support atau docs
Gunakan Redirect Checker untuk melihat status code, hop, dan destination akhir.
7. Monitor setelah launch
Setelah traffic berpindah, pantau:
- 404 dan 5xx
- redirect chain
- penurunan klik organik
- campaign landing page yang salah
- destination yang mulai rusak
Migrasi yang baik bukan berarti tidak ada issue. Artinya issue cepat terlihat, punya owner, dan bisa diperbaiki tanpa mengubah server secara manual.
Artikel Terkait
Lihat semua
Alternatif Firebase Dynamic Links untuk link aplikasi
Firebase Dynamic Links sudah shut down pada 25 Agustus 2025. Pelajari cara menggantinya dengan branded smart link, routing perangkat, dan fallback yang jelas.

Perbedaan redirect 301, 302, 307, dan 308
Gunakan 301 atau 308 untuk perpindahan permanen, dan 302 atau 307 untuk perubahan sementara. Bedanya ada pada niat dan apakah method HTTP harus tetap sama.