Domain forwarding tanpa kehilangan path dan UTM
Pelajari cara redirect domain tanpa kehilangan path, parameter query, atau tracking campaign, sambil menghindari loop, masalah SSL, dan link rusak.

Untuk redirect domain sambil mempertahankan path dan query string, layer redirect harus meneruskan request URI lengkap, bukan hanya hostname.
Request seperti:
brand-lama.example/pricing?plan=pro&utm_source=email
seharusnya tiba di:
brand-baru.example/pricing?plan=pro&utm_source=email
Jika setup hanya meneruskan domain kosong, konteks pengguna hilang. Link campaign, deep link, halaman docs, dan nilai SEO migrasi ikut terdampak.
Domain forwarding bisa berarti banyak hal
Host-only forwarding
Semua request masuk ke homepage baru:
brand-lama.example/* -> brand-baru.example/
Ini cepat, tetapi membuang konteks.
Path forwarding
Path setelah domain tetap sama:
brand-lama.example/blog/post-1 -> brand-baru.example/blog/post-1
Ini yang paling sering dibutuhkan saat migrasi website.
Query preservation
Parameter campaign tetap ikut:
brand-lama.example/promo?utm_source=tiktok -> brand-baru.example/promo?utm_source=tiktok
Tanpa ini, data campaign di GA4, dashboard internal, atau laporan agensi bisa tidak akurat.
DNS saja tidak cukup
Record CNAME atau A memberi tahu internet ke mana traffic dikirim. Record itu tidak otomatis mengeluarkan HTTP 301 atau 302 ke browser.
Untuk memindahkan URL, Anda membutuhkan layer redirect yang menentukan:
- status code
- destination
- apakah path diteruskan
- apakah parameter query dipertahankan
- bagaimana HTTPS diproses
Itulah sebabnya domain forwarding bukan sekadar pekerjaan DNS. Ini pekerjaan routing.
Pola aman untuk migrasi domain
Untuk sebagian besar migrasi, gunakan pola ini:
- pilih canonical hostname final
- aktifkan HTTPS
- arahkan setiap path lama yang penting ke path baru yang setara
- pertahankan parameter UTM kecuali ada alasan untuk menghapusnya
- uji redirect chain sebelum publish
- monitor link rusak setelah launch
Contoh redirect map:
old_url,new_url,status,notes
https://brand-lama.example/produk/kemeja,https://brand-baru.example/produk/kemeja,301,produk aktif
https://brand-lama.example/promo,https://brand-baru.example/promo,302,campaign musimanGunakan Redirect Checker untuk memastikan request berakhir di destination final dalam satu hop.
Kapan memakai 301 atau 302?
Jika domain lama benar-benar diganti permanen, pakai 301. Jika domain hanya dipakai untuk campaign sementara, QR code event, atau promo marketplace, pakai 302.
Jika masih ragu, baca perbedaan redirect 301, 302, 307, dan 308 sebelum aturan dipublish.
Di mana UrlEdge membantu
UrlEdge memberi satu tempat untuk:
- menghubungkan domain atau subdomain kustom
- mengaktifkan HTTPS
- membuat redirect 301/302
- mempertahankan path dan query
- mengimpor redirect map
- memantau destination yang rusak
Ini mengurangi kebutuhan mengubah Nginx, Apache, .htaccess, plugin CMS, atau konfigurasi CDN setiap kali campaign atau migrasi berubah.
Artikel Terkait
Lihat semua
Alternatif Firebase Dynamic Links untuk link aplikasi
Firebase Dynamic Links sudah shut down pada 25 Agustus 2025. Pelajari cara menggantinya dengan branded smart link, routing perangkat, dan fallback yang jelas.

Perbedaan redirect 301, 302, 307, dan 308
Gunakan 301 atau 308 untuk perpindahan permanen, dan 302 atau 307 untuk perubahan sementara. Bedanya ada pada niat dan apakah method HTTP harus tetap sama.