UrlEdge
Kembali ke Blog
2026-03-14 UrlEdge Editorial2 min read

Domain forwarding tanpa kehilangan path dan UTM

Pelajari cara redirect domain tanpa kehilangan path, parameter query, atau tracking campaign, sambil menghindari loop, masalah SSL, dan link rusak.

Kabel jaringan ke server sebagai ilustrasi domain routing, forwarding, dan infrastruktur edge

Untuk redirect domain sambil mempertahankan path dan query string, layer redirect harus meneruskan request URI lengkap, bukan hanya hostname.

Request seperti:

brand-lama.example/pricing?plan=pro&utm_source=email

seharusnya tiba di:

brand-baru.example/pricing?plan=pro&utm_source=email

Jika setup hanya meneruskan domain kosong, konteks pengguna hilang. Link campaign, deep link, halaman docs, dan nilai SEO migrasi ikut terdampak.

Domain forwarding bisa berarti banyak hal

Host-only forwarding

Semua request masuk ke homepage baru:

brand-lama.example/* -> brand-baru.example/

Ini cepat, tetapi membuang konteks.

Path forwarding

Path setelah domain tetap sama:

brand-lama.example/blog/post-1 -> brand-baru.example/blog/post-1

Ini yang paling sering dibutuhkan saat migrasi website.

Query preservation

Parameter campaign tetap ikut:

brand-lama.example/promo?utm_source=tiktok -> brand-baru.example/promo?utm_source=tiktok

Tanpa ini, data campaign di GA4, dashboard internal, atau laporan agensi bisa tidak akurat.

DNS saja tidak cukup

Record CNAME atau A memberi tahu internet ke mana traffic dikirim. Record itu tidak otomatis mengeluarkan HTTP 301 atau 302 ke browser.

Untuk memindahkan URL, Anda membutuhkan layer redirect yang menentukan:

  • status code
  • destination
  • apakah path diteruskan
  • apakah parameter query dipertahankan
  • bagaimana HTTPS diproses

Itulah sebabnya domain forwarding bukan sekadar pekerjaan DNS. Ini pekerjaan routing.

Pola aman untuk migrasi domain

Untuk sebagian besar migrasi, gunakan pola ini:

  1. pilih canonical hostname final
  2. aktifkan HTTPS
  3. arahkan setiap path lama yang penting ke path baru yang setara
  4. pertahankan parameter UTM kecuali ada alasan untuk menghapusnya
  5. uji redirect chain sebelum publish
  6. monitor link rusak setelah launch

Contoh redirect map:

old_url,new_url,status,notes
https://brand-lama.example/produk/kemeja,https://brand-baru.example/produk/kemeja,301,produk aktif
https://brand-lama.example/promo,https://brand-baru.example/promo,302,campaign musiman

Gunakan Redirect Checker untuk memastikan request berakhir di destination final dalam satu hop.

Kapan memakai 301 atau 302?

Jika domain lama benar-benar diganti permanen, pakai 301. Jika domain hanya dipakai untuk campaign sementara, QR code event, atau promo marketplace, pakai 302.

Jika masih ragu, baca perbedaan redirect 301, 302, 307, dan 308 sebelum aturan dipublish.

Di mana UrlEdge membantu

UrlEdge memberi satu tempat untuk:

  • menghubungkan domain atau subdomain kustom
  • mengaktifkan HTTPS
  • membuat redirect 301/302
  • mempertahankan path dan query
  • mengimpor redirect map
  • memantau destination yang rusak

Ini mengurangi kebutuhan mengubah Nginx, Apache, .htaccess, plugin CMS, atau konfigurasi CDN setiap kali campaign atau migrasi berubah.

Siap merapikan redirect Anda?

Mulai gunakan UrlEdge untuk mengelola traffic dari edge.

Mulai

Artikel Terkait

Lihat semua
Rambu arah sebagai ilustrasi memilih status code redirect yang tepat
2026-03-15

Perbedaan redirect 301, 302, 307, dan 308

Gunakan 301 atau 308 untuk perpindahan permanen, dan 302 atau 307 untuk perubahan sementara. Bedanya ada pada niat dan apakah method HTTP harus tetap sama.

3 min read